Bahasa adalah media menyampailan pesan. Penyampaiannya hanya mungkin dipahami dalam teks dan konteks yang dimaknainya.
PENULIS JADI
merambah bidang tulis, penulis dan jurnalis
Jasa Menulis Buku
Untuk Anda yang butuh karya sendiri, kami siap bekerja sama.
Setiap hal tentang Anda dapat kami bukukan, entah sebagai data/fakta Anda yang kami rangkai. Atau karya Anda dengan cowriter atau dengan ghost writer kami.
Karena Anda penting menulis atau memiliki buah karya, kami siap membantu mencapai keinginan itu. Kerja sama ini tentu adalah kerja sama profesional yang akan saling menguntungkan.
Melalui biografi, misalnya, Anda bisa berbagi kisah tentang ikhtiar dan perjuangan. Anda dibimbing oleh Dadan Suwarna dalam mengungkapkan setiap gagasan menulis.
Artikel yang Dimuat di Harian Umum
Ini salah satu tulisan yang dimuat di HU Pikiran Rakyat.
Ini tulisan tentang nama dan pentingnya sebuah nama disandang.
Kumpulan Cerpen Manusia Batu
Kumpulan cerpen Manusia Batu. Kumpulan cerpen pertama yang diterbitkan pada 2004.
Cerpen di dalamnya merupakan potret kenyataan ihwal manusia dalam beragam wajah.
Manusia Batu adalah kumpulan cerpen pertama saya Dadan Suwarna kerja sama dengan Penerbit Assyamil.
Bimbingan Menulis dan Jurnalistik
Inilah blog yang memfasilitasi Anda dalam bimbingan menulis dan jurnalistik.
Klasifikasi menulis adalah juga menjadi pengarang cerpen, novel, roman, dll. Termasuk menulis puisi dan lirik lagu.
Sementara untuk jurnalistik dibimbing bagaimana komposisi menulis hard news hingga soft news.
Bimbingan dilakukan via email (surel) dengan kesepakatan biaya yang nanti kita tentukan. Peserta adalah yang mengisi formulir pendaftaran yang akan dikirim via email.
Anda akan dibimbing oleh saya Dadan Suwarna
Kontak pesan ke 085715964362.
email deafterce@gmail.com
PENULIS JADI
Bermimpikah Anda jadi penulis jadi sekaligus sukses? Sulitkah impian diwujudkan?
Sebuah cerita yang tampaknya aneh, absurd, bahkan tidak mungkin.
Bayangan pesimisme itulah yang selama ini kita alami.
Tapi coba hitung kenyataan berikut.
1. Berapa kalikah kita mengalami pengalaman tak terduga?
2. Berapa kalikah kita menghabiskan sia-sianya omongan?
3. Berapa kalikah kita mendapatkan kebahagiaan?
4. Berapa kalikah kita dikecewakan hal-hal penting?
5. Anehkah kebiasaan elite politik kita?
6. Anehkah kelakuan manusia di sekitar kita?
Enam kasus di atas sekadar contoh. Kalau diuraikan lebih panjang akan didapat pertanyaan lebih bercabang, mendalam, dan terfokus.
Dari masalah pertama, berapa kalikah kita mengalami pengalaman tak terduga? Sangat sering, baik masa kini, lalu, dan bahkan yang akan datang.
Begitupun dengan pertanyaan nomor dua, berapa kalikah kita menghabiskan sia-sianya omongan? Hampir tiap hari. Orang-orang bergerombol hanya sekadar menghabiskan sesuatu dan tidak melakukan sesuatu.
MENULISLAH!